Serpihan Kata

Berdiri, biar dapat kudengar bisikmu diantara angin...

Permalink letssharestories:

☜▬▬▬▬▬▬▬▬ Story of Salat & Satan ▬▬▬▬▬▬▬▬☞A man woke up early in order to Pray the fajr prayer in the masjid.He got dressed, made his ablution and was on his way to the masjid.On his way to the masjid, the man fell and his clothes got dirty.He got up, brushed himself off, and headed home. At home,He changed his Clothes, made his ablution, and was, again,on his way to the masjid.On his way to the masjid, He fell again and at the same spot! He, again, got up, brushed himself off and headed home. At home he, once again, changed his clothes,made his ablution and was on his way to the masjid.On his way to the masjid, he met a man holding a lamp.he asked the man of his identity and the man replied I saw you fall twiceon your way to the masjid, So i brought a lamp so I can light your way.’The first man thanked him profusively and the two where on their way to the masjid. Once at the masjid, the first man asked the man withthe lamp to come in and pray Fajr with him.The second man refused.The first man asked him a couple more times and, again, the answer was the same.The first man asked him why he did not wish to come in and pray.The man replied I am Shetan(devil/ evil)The man was shocked at this reply.Shetan went on to explain,‘I saw you on your way to the masjid and it was I who made you fall. When you went home,cleaned yourself and went back on your way to the masjid, Allah forgave all of your sins. I made you fall a second time, and even that did not encourage you to stay home,but rather, you went back on your way to the masjid. Because of that, Allah forgave all the sins of the people of your household .I was AFRAID if i made you fall one more time, then Allah will forgive the sins of the people of your village, so I made sure that you reached the masjid safely..’▬▬▬▬▬ Check First Comment ▬▬▬▬▬
Permalink muslimahme:

verilyafterhardshipcomesease:
:))
Ramadan in 2012 will start on Friday, the 20th of July and will continue for 30 days until Saturday, the 18th of August. InsyaAllah.
Permalink ikumaikuma:

huahaha lucu banget publikasi oprecnya fuki. :))
fuki = forum ukhuwah dan kajian islam
Out of the box ~
Permalink Cute flowers :D
Permalink

Penyair Muda

Ehem, ini adalah karya adik saya yang masih duduk di kelas 5 SD. Akhirnya dia meneladani sisi yang benar dari role model yang paling dikaguminya (baca : kakaknya, haha :P ). Saya akui, kalau sedang ‘terbakar’, dia bisa melakukan sesuatu dengan baik dalam sekejap, sebagaimana empat puisi ini, yang ditulisnya dalam waktu kurang lebih 30 menit. Entah apakah hari esok isa akan menulis puisi lagi. Yah, untuk ukuran anak SD, lumayan baguslah. :)

Bintang

Ketika malam telah datang

suasana gelap gulita

bintang datang dari langit.

Bintang kau berjumlah banyak.

Bintang aku berterimakasih kepadamu.

Jika tidak ada engkau bumi akan gelap.

Bintang kau jenisnya beda-beda

Aku selalu ketemu kau di langit

Dan melihatmu di saat malam datang.

Buku

Ketika bangun tidur

suasana terang

di meja ada buku.

Buku kau sang sumber ilmu

Buku aku akan selalu membacamu

kau yang menemani aku waktu membaca.

Buku aku berterimakasih kepadamu.

Jika tidak ada engkau aku akan bodoh

maka itu aku membacamu agar pandai dan bisa meraih juara.

Matahari

Ketika pagi telah datang

suasana terang benderang

matahari terbit dari timur.

Matahari kau menerangi bumi dari pagi sampai sore

dan terbenam ke arah barat

dan bumi menjadi gelap gulita.

Matahari kau juga bisa membantu hidup manusia

seperti mengeringkan padi, ikan, dan baju

matahari aku sangat berterimakasih kepadamu

karena juga membantu hidup manusia.

Guruku

Pagi hari telah datang

aku bersiap siap berangkat sekolah

di sekolah aku diajari oleh guru.

Guru aku berterimakasih kepadamu

karena aku bisa pandai kau ajari

dan menemaniku ketika sekolah

dan siang hari aku pulang.

Guru kita ketemu lagi besok

dan aku pelajari ilmu guru.

***

Permalink

“Tik”

Titik kenapa titik bernama titik?

Dan hujan  pun berbunyi tik.tik.tik

Bahkan, jam terdiri dari berdetik-detik.

Apakah itik bisa mengisi titik-titik?

Jangan gila, pasti tak bisa. Titik.

TA,290112 12:20

Permalink

Ilusi

Aku tengah membaca nyala api di perapian yang bergejolak meluluhlantakkan lembaran aksara yang tak pernah tertulis. Apakah itu cerita yang dulu kau bisikkan kepada angin tentang warna yang tak kau akui keberadaanya? yang selalu membakarmu di tengah tiadanya matahri? Apakah itu candu yang kau sembunyikan? yang selalu memercikkan bara api di matamu. Rindukah?

Demi detik yang menua satu setengah abad, aku memang tak bisa memaca jelas gemetarnya aksaramu dalam api ini. Kamu, aku takkan pernah tahu, kan? Karena tak ada bedanya antara kmu dan aku. Karena kamu adalah aku dalam ceritaku.

Aku tengah membaca aksaramu di perapian. Bersama waktu dan kenangan. Katamu, kataku telah menjadi abu. Selamat tinggal.

Tulungagung, 27 Januari 2012

08:00

Permalink

Blog Sajak :)

Blog ini milik seseorang yang manurut saya, gaya penulisan sajaknya, MENGHANYUTKAN. !
Ini adalah salah satu kutipan sajaknya..

Mausoleum Ibu

Ia menyuratimu sebagai pengganti waktu yang terpotong di akhir
pekan. kita dihabisi cerita tentang wanita pada lingkar perut. lantas
perempuan tua di ujung trotoar itu akan menyala: apakah bukan
wanita jika tak ada bayi dalam tubuhnya! demi mengabadikan kota
yang pejal, debu terbang dari berpasang-pasang sandal ke wajah.
putaran alat jahit itu hendak membalap roda-roda peot bus antarkota.
ia baru saja menyelesaikan pagimu. berkata bahwa sekolah adalah
pintu sorga. ia terasa seperti ibu.
seperti.

Permalink

Imperium Indonesia

A cool blog ever. Anak Indonesia harus baca! :D

Permalink

84

Semalam aku bersumpah pula, kuangkat sumpah
demi hidup-MU.

Bahwa aku takkan memalingkan mataku
dari wajah-MU; bila Kau memukul dengan pedang, aku takkan
berpaling dari-MU.

Aku takkan mencari sembuh dari yang lain, karena
kepedihanku ialah lantaran perpisahan dengan -MU.

Bila Kau mesti melemparkan aku ku dalam api, aku
bukan mukmin bila aku mengeluh.

Aku bangkit dari jalan-MU bagai debu; kini aku
kembali ke debu jalan-MU.

-Jalalu’ddin Rumi dalam “Kasidah Cinta”